Tahukah anda, ternyata tanaman noni atau mengkudu memiliki 80 species. Dan ternyata dari hasil penelitian 60 di antaranya tidak boleh dimakan karena mangandung racun.
Hasil kajian Dr. Scott Gerson menunjukan hanya species Morinda Citrifolia yang tumbuh di kepulauan French Plinesia (TAHITI) memiliki nutrisi 20% lebih tinggi dibanding jenis lain yang tumbuh di daerah manapun (www.incc.org).
Fed Noni merupakan ekstrak noni murni tanpa bahan kimia yang berbahaya, sudah teruji amat bagus untuk di minum oleh semua orang tanpa kesan sampingan yang negatif. Fed Noni atau Ekstrak Noni adalah satu-satunya Enzymes Noni di dunia yang mengandungi Proxeronin. Proxeronin dalam tubuh akan diolah menjadi Xeronin dengan mengunakan enzym Proxeroninase dan Xerotonin. Xeronin merupakan alkaloid hidup yang akan diserap oleh sel-sel tubuh. Xeronin mengaktifkan kembali sel-sel yang mati sehingga proses respirasi dari sel-sel kembali berjalan, nutrition yang kita minum akan diserap dengan sempurna dan kotoran dari sel akan dikeluarkan, sehingga sel-sel yang sakit akan kembali sihat. Ekstrak Noni akan menyeimbangkan atau menormalkan kembali fungsi tubuh.
More Info About Noni: http://www.ctahr.hawaii.edu/noni/botany.asp
Untuk sekian lama, mengkudu atau Noni ini seperti musnah dalam kehidupan orang Malaysia, Indonesia dan Singapura. Pohon yang sedia ada pun banyak ditebang. Baru-baru ini, ketika para pakar mengumumkan bahawa mengkudu sesungguhnya memiliki sifat multiguna sebagai tanaman ubat, kita tersentak. Si “buruk rupa” pun kini banyak dicari orang dan menjadi salah satu primadona business.
“Back to nature”
Harus diakui, terkenal kembali nama mengkudu atau noni ini tidak terlepas dari fenomena back to nature. Khususnya sejak pakar tanaman ubat Prof. Hembing Wijayakusumah memperkenalkan buah mengkudu atau noni ini sebagai salah satu tanaman ubat berkhasiat. Kandungan serat di dalam buah mengkudu atau noni ini amat baik untuk kesihatan.
Sementara itu, secara moden, berdasarkan hasil penelitian dan kajian tentang khasiat mengkudu, para ilmuwan Barat berhasil mengklasikasikan mengkudu mengandung zat-zat aktif yang sangat bermanfaat bagi kesihatan. Dr. Isabella Abbott misalnya, seorang ahli botani, pada tahun 1992 menulis, mengkudu atau noni semakin banyak digunakan orang untuk mengawal diabetes, cancer, dan tekanan darah tinggi.
Kemudian pada 1993, jurnal Center Letter melaporkan bahawa beberapa peneliti dari Keio University dan The Institute of Biomedical Sciences Jepun melakukan kajian terhadap 500 jenis tanaman. Mereka menyatakan telah menemukan zat anti cancer dalam buah mengkudu.
Yang agak popular, hasil survey yang dilakukan Dr. Neil Solomon terhadap 8.000 pengguna pati buah mengkudu, termasuk 40 doktor dan perantis perubatan. Hasilnya memperlihatkan, ekstrak mengkudu atau noni ini membantu menyembuhkan sejumlah penyakit. Sedikitnya ada 22 jenis penyakit, antara lain darah tinggi, kolesterol, stroke, cancer, sakit urat, diabetes, kelemahan seksual, rasa ngilu, gangguan ginjal, dan stres dengan 78% terbukti berkesan. Selain itu, ekstrak atau pati mengkudu efektif menyembuhkan gangguan pencernaan, obesiti, alergi, susah tidur, meningkatkan daya konsentrasi hingga daya seksual.
Menurut hasil penelitian, selain mengandung zat nutrisi, Ekstrak Noni ini juga mengandung zat aktif seperti terpenoid, antibakteri, scolopetin, anti cancer, xeronine, proxeronine, pewarna alami, dan asam. Zat nutrisi yang diperlukan tubuh tergolong lengkap di dalam buah mengkudu. Terpenoid merupakan zat penting yang berfungsi membentuk tubuh dalam proses sintesis organik dan pemulihan sel-sel tubuh. Sedangkan zat antibakteri dalam mengkudu antara lain antrakuninon, acubin, dan alizarin. Zat-zat tersebut di antaranya mampu mematikan bakteria penyebab infeksi jantung.

|